ARTIKEL
Komentar (0)
Putusan Hukum Anak & Remaja Harus Pertimbangkan Perkembangan Otak
Putusan Hukum Anak & Remaja Harus Pertimbangkan Perkembangan Otak
Minggu, 31 Juli 2011 | 9:15 AM

Konferensi Internasional "Adolescent Brains and Juvenile Justice" di Arizona bulan Mei lalu mengundang para ahli otak dan hukum dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Para panelis mempresentasikan penelitian mereka tentang perkembangan otak anak dan remaja yang dapat membantu pengambilan keputusan peradilan anak dan remaja yang terlibat kasus hukum.

Persoalan hukum anak remaja selalu menjadi hal yang banyak diperbincangkan. Menurut para ahli, pelaku kejahatan dibawah umur seharusnya bukan dibebaskan tanpa jerat hukum, namun sebaiknya disesuaikan dengan usia perkembangannya.

Panelis Jay Giedd, kepala bagian Brain Imaging di Child Psychiatry National Institute of Mental Health, menjelaskan bahwa hukuman penjara dapat menimbulkan masalah yang lebih besar bagi anak karena otak mereka masih terus berkembang hingga umur diatas dua puluh tahun, dan otak remaja sangat berbeda dengan orang dewasa.

Apabila perlakuan hukum yang diterima sama dengan hukuman orang dewasa, berarti kita memberi stimulasi perkembangan otak yang kurang baik karena memaksakan anak menghadapi persoalan seperti orang dewasa. Pernyataan menarik yang diungkapkan oleh Prof. Giedd ini menggarisbawahi betapa pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak dan remaja yang positif dan sehat.

Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak belajar dan mengembangkan cara berpikir kritisnya. Ini berarti peranan orangtua dalam mendidik dan mengasuh anak sangat penting, terlebih dengan pola pengasuhan yang benar. (PS/ykbh)

comments powered by Disqus


"Join Here"
Together with Kita dan Buah Hati Foundation, you can obtain right, good and fun information on parenting.
Join us
Join the 75,000 people following Kita dan Buah Hati Foundation.
icon facebook
icon twitter